Bab III PRINSIP DASAR DESAIN GRAFIS
Desain grafis berperan sangat penting, bukan hanya sebagai hiasan, tetapi sebagai alat komunikasi visual. Penonton sering kali pertama kali tertarik pada film dari desainnya, seperti poster, thumbnail, opening title, atau credit title.
Agar desain tersebut efektif, seorang desainer harus memahami prinsip dasar desain grafis. Prinsip ini berfungsi sebagai aturan agar desain tidak asal jadi, tetapi tertata, nyaman dilihat, dan pesannya sampai.
1: Keseimbangan (Balance)
Jenis Keseimbangan dibagi menjadi 2 yaitu:

- Keseimbangan SimetrisKeseimbangan simetris adalah penataan elemen desain yang sama atau hampir sama di sisi kiri dan kanan (atau atasâbawah) dari satu garis tengah.Jika desain dilipat di tengah, kedua sisi tampak seimbang. Elemen kiri dan kanan memiliki bobot yang sama.Contoh :a) Poster film dengan judul di tengahb) Wajah tokoh utama tepat di tengah layarc) Kesan: formal, rapi, tenang
- Keseimbangan AsimetrisKeseimbangan asimetris adalah penataan elemen yang tidak sama antara kiri dan kanan, tetapi tetap terasa seimbang karena ukuran, warna, atau posisi elemen diperhitungkan.Walaupun tidak sama, berat visualnya tetap seimbang. Elemen kiri dan kanan berbeda, tetapi tetap seimbang secara visual.Contoh:a) Satu tokoh besar di kiri, teks di kananb) Poster film thriller atau hororc) Kesan: dinamis, modern, dramatis
2: Kesatuan (Unity)

3: Proporsi (Proportion)
Proporsi adalah perbandingan ukuran antar elemen desain agar terlihat wajar dan seimbang. Proporsi berkaitan dengan hierarki visual (mana yang paling penting). Elemen yang penting harus lebih besar dan Elemen pendukung dibuat lebih kecil

Dalam desain, proporsi digunakan sebagai skala untuk membandingkan tiap-tiap unsur. Seperti desain poster film, maka yg harus ditonjolkan adalah bagian gambar dan judul film
Contoh:
1. Poster film: judul film paling besar, nama pemain lebih kecil
2. Brosur: gambar produk lebih besar daripada teks deskripsi
3. Tokoh utama lebih besar dari tokoh pendukung
4: Penekanan (Emphasis)
Penekanan adalah menentukan bagian paling penting dalam sebuah desain agar penonton langsung tahu objek mana yang paling penting dalam sebuah frame/gambar.

Tanpa penekanan: semua elemen terlihat sama penting, penonton bingung harus melihat ke mana.
Penekanan memastikan pesan utama langsung terbaca oleh siapa saja.
5: Irama (Rhythm)
Irama adalah pengulangan elemen visual yang menciptakan alur gerak mata saat melihat desain. Irama membuat desain: tidak membosankan, terasa hidup, memiliki arah pandang.


Irama Bisa berupa pengulangan bentuk, warna, atau jarak yang akan membantu mata bergerak mengikuti alur desain
Pada poster atau iklan film, sering digunakan beberapa foto adegan yang ditampilkan: Ukuran sama, Bentuk sama (persegi / landscape), Jarak antar foto konsisten
Contoh gambaran: Deretan 3â5 cuplikan adegan film di bagian bawah poster.
6: Kesederhanaan (Simplicity)
Kesederhanaan adalah menghindari elemen yang tidak perlu agar pesan desain jelas dan kejelasan dalam desain sangat diperlukan. Baik dalam kejelasan isi konten, juga resolusi pada gambar. Karena gambar dengan resolusi rendah tidak menarik untuk dilihat.

Prinsip Utama âDesain yang baik bukan yang paling ramai, tetapi yang paling jelas isi dan tujuannyaâ
4. Desain Logo, brosur promo dll
7: Keselarasan (Alignment)
Keselarasan (Alignment) adalah prinsip desain yang mengatur penempatan elemen visual agar sejajar dan memiliki hubungan yang jelas satu sama lain. Dengan alignment yang baik, setiap elemen terasa terhubung, bukan berdiri sendiri.

Adapun tujuan dari keselarasan yaitu Membuat desain rapi dan teratur, Memudahkan mata membaca informasi, Memberi kesan profesional dan serius, Menuntun alur baca penonton
8: Kontras (Contrast)
Kontras (Contrast) adalah prinsip desain yang menekankan perbedaan mencolok antar elemen untuk menciptakan daya tarik, fokus, dan kejelasan visual.
Tujuan Kontras yaitu Menarik perhatian penonton, Menentukan fokus utama, Membuat desain tidak membosankan

Beberapa fungsi kontras :
- Kontras untuk emosi dan suasanaKontras tidak hanya soal terlihat jelas, tapi juga membangun perasaan. jadi jika Kontras tinggi â tegang, dramatis, kuat, sedangkan Kontras rendah â tenang, lembut, romantisContohnya: Film horor: hitam vs merah, Film romantis: warna pastel dengan perbedaan halus
- Kontras dalam tipografiKontras tidak hanya antar font berbeda, tapi juga karakter huruf. seperti Huruf kapital vs huruf kecil, Huruf tebal vs tipis, Font serif vs sans-serifContohnya: Judul film huruf kapital semua, Tagline huruf kecil dan tipis
- Kontras dalam layout/Tata letakKontras dalam tata letak adalah perbedaan yang disengaja pada posisi, ukuran, kepadatan, atau jarak elemen dalam sebuah desain agar fokus terlihat jelas dan tampilan tidak monoton.Contohnya:1. Headline pada sebuah berita, Judul Dicetak sangat besar dan tebal (bold). Isi Berita: Dicetak kecil.2. Tulisan "Beli 1 Gratis 1" diposter/iklan pada sebuah produk