DESAIN GRAFIS

Bab III PRINSIP DASAR DESAIN GRAFIS

📘 Daftar Materi
1: Prinsip Dasar Desain Grafis
Materi 1: Prinsip Dasar Desain Grafis
Prinsip Dasar Desain Grafis

Desain grafis berperan sangat penting, bukan hanya sebagai hiasan, tetapi sebagai alat komunikasi visual. Penonton sering kali pertama kali tertarik pada film dari desainnya, seperti poster, thumbnail, opening title, atau credit title.

Agar desain tersebut efektif, seorang desainer harus memahami prinsip dasar desain grafis. Prinsip ini berfungsi sebagai aturan agar desain tidak asal jadi, tetapi tertata, nyaman dilihat, dan pesannya sampai.

1: Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah pembagian elemen visual secara merata sehingga desain tidak terasa berat di satu sisi. Walaupun desain itu diam, mata manusia tetap “merasakan” berat visual.
Jika keseimbangan tidak diperhatikan, desain akan terasa:
a) miring,
b) tidak nyaman,
c) terlihat tidak profesional.

Jenis Keseimbangan dibagi menjadi 2 yaitu:

Contoh keseimbangan Simetris dan Asimetris

  1. Keseimbangan Simetris
    Keseimbangan simetris adalah penataan elemen desain yang sama atau hampir sama di sisi kiri dan kanan (atau atas–bawah) dari satu garis tengah. 
    Jika desain dilipat di tengah, kedua sisi tampak seimbang. Elemen kiri dan kanan memiliki bobot yang sama.
    Contoh :
    a) Poster film dengan judul di tengah
    b) Wajah tokoh utama tepat di tengah layar
    c) Kesan: formal, rapi, tenang

  2. Keseimbangan Asimetris
    Keseimbangan asimetris adalah penataan elemen yang tidak sama antara kiri dan kanan, tetapi tetap terasa seimbang karena ukuran, warna, atau posisi elemen diperhitungkan. 
    Walaupun tidak sama, berat visualnya tetap seimbang. Elemen kiri dan kanan berbeda, tetapi tetap seimbang secara visual.
    Contoh:
    a) Satu tokoh besar di kiri, teks di kanan
    b) Poster film thriller atau horor
    c) Kesan: dinamis, modern, dramatis


2: Kesatuan (Unity)

Kesatuan adalah hubungan antar elemen desain yang saling mendukung sehingga terlihat menyatu, bukan berdiri sendiri-sendiri.
Dalam membuat desain diperlukan kesatuan yang berarti konsisten, selaras, dan menyatu. Contohnya, pada saat memilih warna, kamu bisa menggunakan color palette supaya tidak ada warna yang saling bertabrakan. Selain itu, jenis font yang digunakan harus sama atau setipe



Cara Mencapai Unity :
a) Warna yang serasi
b) Jenis font tidak terlalu banyak
c) Gaya visual yang sama (foto, ilustrasi, atau tipografi)

Contoh dalam Poster film romantis menggunakan:
a) warna pastel, font halus, foto dengan ekspresi lembut.
b) Semua elemen mendukung nuansa cerita film.
Tanpa unity, desain terasa seperti tempelan elemen yang tidak nyambung.

3: Proporsi (Proportion)

Proporsi adalah perbandingan ukuran antar elemen desain agar terlihat wajar dan seimbang. Proporsi berkaitan dengan hierarki visual (mana yang paling penting). Elemen yang penting harus lebih besar dan Elemen pendukung dibuat lebih kecil

Dalam desain, proporsi digunakan sebagai skala untuk membandingkan tiap-tiap unsur. Seperti desain poster film, maka yg harus ditonjolkan adalah bagian gambar dan judul film

Contoh:
1. Poster film: judul film paling besar, nama pemain lebih kecil
2. Brosur: gambar produk lebih besar daripada teks deskripsi
3. Tokoh utama lebih besar dari tokoh pendukung

4: Penekanan (Emphasis)

Penekanan adalah menentukan bagian paling penting dalam sebuah desain agar penonton langsung tahu objek mana yang paling penting dalam sebuah frame/gambar.

Tanpa penekanan: semua elemen terlihat sama penting, penonton bingung harus melihat ke mana.

Bagaimana cara membuat penekanan pada sebuah poster film?
Dengan cara: Ukuran lebih besar, Warna lebih kontras, Posisi di tengah atau depan, Bentuk berbeda dari yang lain

Contoh dalam sebuah poster/iklan:
1. Judul film dibuat paling besar
2. Aktor utama lebih terang dan jelas
3. Kata “COMING SOON” berwarna merah
4. Tombol “SUBSCRIBE” merah di video YouTube

Penekanan memastikan pesan utama langsung terbaca oleh siapa saja.

5: Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan elemen visual yang menciptakan alur gerak mata saat melihat desain. Irama membuat desain: tidak membosankan, terasa hidup, memiliki arah pandang.


Irama Bisa berupa pengulangan bentuk, warna, atau jarak yang akan membantu mata bergerak mengikuti alur desain

Pada poster atau iklan film, sering digunakan beberapa foto adegan yang ditampilkan: Ukuran sama, Bentuk sama (persegi / landscape), Jarak antar foto konsisten

Contoh gambaran: Deretan 3–5 cuplikan adegan film di bagian bawah poster.

6: Kesederhanaan (Simplicity)

Kesederhanaan adalah menghindari elemen yang tidak perlu agar pesan desain jelas dan kejelasan dalam desain sangat diperlukan. Baik dalam kejelasan isi konten, juga resolusi pada gambar. Karena gambar dengan resolusi rendah tidak menarik untuk dilihat.


Prinsip Utama “Desain yang baik bukan yang paling ramai, tetapi yang paling jelas isi dan tujuannya”

Desain sederhana:
1. lebih mudah dipahami,
2. lebih cepat menarik perhatian.
3. Elemen dipilih yang benar-benar dibutuhkan
4. Poster/iklan hanya memakai 2–3 warna dan menggunakan satu jenis font

Contoh dalam Perfilman/desain:
1. Poster film minimalis hanya menampilkan judul dan satu objek utama
2. Thumbnail film dengan teks singkat
3. Opening title sederhana tapi kuat
4. Desain Logo, brosur promo dll

7: Keselarasan (Alignment)

Keselarasan (Alignment) adalah prinsip desain yang mengatur penempatan elemen visual agar sejajar dan memiliki hubungan yang jelas satu sama lain. Dengan alignment yang baik, setiap elemen terasa terhubung, bukan berdiri sendiri.


Adapun tujuan dari keselarasan yaitu Membuat desain rapi dan teratur, Memudahkan mata membaca informasi, Memberi kesan profesional dan serius, Menuntun alur baca penonton

Biasanya terdapat 4 posisi yang umum dipakai pada sebuah poster/iklan atau yang lainnya yaitu:
a) Rata Kiri : Digunakan pada teks panjang, Contoh: artikel, modul, buku pelajaran
b) Rata Tengah : Cocok untuk judul dan poster, Contoh: judul poster film di tengah halaman
c) Rata Kanan : Jarang dipakai, biasanya untuk gaya tertentu, Contoh: kredit akhir film
d) Rata Kiri-Kanan (Justify) : Tampilan teks penuh di kiri dan kanan, Contoh: majalah dan koran 

Contoh dari keselarasan :
a) Poster film: judul, tagline, dan tanggal rilis rata tengah
b) Website: menu navigasi/menu sejajar satu garis
c) Brosur: teks dan gambar tersusun rapi dalam kolom

8: Kontras (Contrast)

Kontras (Contrast) adalah prinsip desain yang menekankan perbedaan mencolok antar elemen untuk menciptakan daya tarik, fokus, dan kejelasan visual.

Tujuan Kontras yaitu Menarik perhatian penonton, Menentukan fokus utama, Membuat desain tidak membosankan


Beberapa fungsi kontras :

  1. Kontras untuk emosi dan suasana
    Kontras tidak hanya soal terlihat jelas, tapi juga membangun perasaan. jadi jika Kontras tinggi → tegang, dramatis, kuat, sedangkan Kontras rendah → tenang, lembut, romantis
    Contohnya: Film horor: hitam vs merah, Film romantis: warna pastel dengan perbedaan halus

  2. Kontras dalam tipografi
    Kontras tidak hanya antar font berbeda, tapi juga karakter huruf. seperti Huruf kapital vs huruf kecil, Huruf tebal vs tipis, Font serif vs sans-serif
    Contohnya: Judul film huruf kapital semua, Tagline huruf kecil dan tipis

  3. Kontras dalam layout/Tata letak 
    Kontras dalam tata letak adalah perbedaan yang disengaja pada posisi, ukuran, kepadatan, atau jarak elemen dalam sebuah desain agar fokus terlihat jelas dan tampilan tidak monoton.
    Contohnya:
    1. Headline pada sebuah berita, Judul Dicetak sangat besar dan tebal (bold). Isi Berita: Dicetak kecil.
    2. Tulisan "Beli 1 Gratis 1" diposter/iklan pada sebuah produk

Search Mapel