TATA KAMERA DAN CAHAYA

Bab III PRINSIP DAN TEKNIK DASAR TATA KAMERA

Materi 1: Teknik Dasar Kamera
Teknik Dasar Kamera

Kamera video adalah alat yang digunakan untuk merekam gambar bergerak. Hasil rekaman ini kemudian bisa diedit menjadi video, film pendek, berita, vlog, atau konten lainnya.

Dalam pembuatan video, syuting (shooting) adalah tahap penting karena di sinilah gambar diambil. Agar hasil video bagus, seorang kameramen harus memahami teknik pengambilan gambar (shot).

Berikut adalah 8 teknik dasar pengambilan video yang perlu dipahami:

  1. Ambil Gambar per Adegan
  2. Hindari Menggunakan Zoom
  3. Isilah Frame dengan Subjek Gambar
  4. Usahakan Mengambil Gambar yang Mendetail
  5. Gunakan Angle yang Berbeda
  6. Hindari Backlight
  7. Jangan Terlalu Banyak Menggunakan Special Effects
  8. Gunakan Penerangan yang Maksimal

1: 8 teknik dasar pengambilan video yang perlu dipahami


2: Teknik Dasar Pengambilan Video/Gambar

  1. Ambil Gambar per Adegan (Variasi Sudut)
    "Jangan terpaku pada satu sudut, ambil gambar dari berbagai sisi"
    Setiap adegan sebaiknya direkam lebih dari satu sudut kamera atau lebih dari satu kali pengambilan. Tujuannya agar saat proses editing, kita punya banyak pilihan gambar dan hasilnya tidak monoton.

    Contoh:
    1) Kamera 1: fokus ke wajah narasumber / teman
    2) Kamera 2: tampilan lebih lebar (objek + lingkungan) 
    Tujuannya ketika editing, gambar bisa dipotong-potong agar tidak membosankan.

  2. Hindari Menggunakan Zoom
    "Jangan malas bergerak, dekati subjek/objek secara fisik untuk hasil terbaik"
    Kesalahan pemula yang sering terjadi adalah terlalu sering melakukan zoom. Zoom yang berlebihan membuat:
    a) Video terlihat tidak profesional
    b) Gambar goyang
    c) Penonton merasa pusing
    Jika harus zoom:
    a) Lakukan perlahan
    b) Pastikan kamera stabil
    c) Lebih baik mendekatkan kamera daripada zoom

    Contoh:
    Merekam orang sedang berbicara / dialog:
    ❌ Zoom in – zoom out terus
    βœ… Kameramen mendekat secara fisik dan mengambil gambar medium shot atau close up

  3. Isilah Frame dengan Subjek Gambar
    Frame adalah area gambar yang terlihat di layar. Subjek utama harus jelas dan tidak terlalu kecil. Subjek tidak harus selalu di tengah, justru kadang lebih menarik jika di samping (rule of thirds).

    Contoh:
    Kalau mau memvideokan teman yang sedang lomba lari, jangan cuma rekam pas dia lari saja. Rekam juga pas dia lagi ikat tali sepatu (persiapan) dan pas dia minum setelah finish.

  4. Usahakan Mengambil Gambar yang Mendetail
    Selain gambar lebar (wide shot), ambil juga gambar detail untuk memperkuat cerita dan suasana.
    Detail membuat video:
    a) Lebih emosional
    b) Lebih jelas pesannya
    c)Tidak membosankan

    Contoh:
    Video tentang pantai:
    a) Wide shot: pantai dan laut
    b) Detail shot: Ombak menyapu pasir, Perahu nelayan, Jejak kaki di pasir

  5. Gunakan Angle yang Berbeda
    Angle adalah sudut pengambilan kamera. Menggunakan angle yang berbeda membuat video lebih menarik dan tidak monoton.

    Beberapa angle dasar:
    a) Low angle (dari bawah)
    b) Eye level (sejajar mata)
    c) High angle (dari atas)

  6. Hindari Backlight
    Backlight terjadi ketika cahaya berada di belakang subjek, misalnya matahari tepat di belakang kepala orang.
    Akibatnya:
    a) Wajah gelap
    b) Subjek tidak terlihat jelas

    Solusinya:
    a) Pindah posisi kamera
    b) Hadapkan subjek ke arah cahaya
    c) Tambahkan lampu

    Contoh: Wawancara di luar ruangan
    ❌ Subjek membelakangi matahari
    βœ… Subjek menghadap matahari atau berada di tempat teduh

  7. Jangan Terlalu Banyak Menggunakan Special Effects
    Efek seperti sepia, blur, atau warna berlebihan memang terlihat keren,tapi kalau berlebihan malah bikin video kelihatan "palsu" dan mengganggu emosi penonton jadi gunakan efek secukupnya, terutama saat editing.. Jika terlalu banyak efek maka nanti akan :
    a) Video jadi tidak natural
    b) Pesan sulit diterima
    c) Terlihat tidak profesional

    Contoh: membuat video dokumenter (video yang menampilkan fakta nyata, orang asli, di tempat asli, untuk memberi informasi.)
    ❌ Semua scene diberi efek warna aneh
    βœ… Warna natural, hanya koreksi brightness dan kontras

  8. Gunakan Penerangan yang Maksimal
    Video/foto sangat bergantung pada cahaya. Jika kekurangan cahaya, sensor kamera akan bekerja ekstra keras sehingga muncul bintik-bintik halus (noise/grain) yang membuat video terlihat kotor dan tidak tajam.
    Bagaimana jika cahaya ruangan kurang?
    Maka gunakan beberapa alat property seperti Lampu tambahan, Cahaya matahari (jika didalam/luar ruangan), Reflektor (kertas putih)

    Contoh: Ketika merekam di dalam kelas:
    a) Lampu dinyalakan semua / pilih tempat duduk didekat pintu masuk agar cahaya bisa maksimal
    b) Tambahkan lampu belajar 
    c) Gunakan kertas putih untuk memantulkan cahaya ke wajah subjek

Materi 2: Beberapa Teknik Komposisi Sinematografi
Beberapa Teknik Komposisi Sinematografi

Teknik komposisi sinematografi adalah cara menata dan menyusun seluruh elemen visual di dalam bingkai kamera (frame), seperti objek utama, latar belakang, garis, ruang kosong, cahaya, dan warna, sehingga gambar yang dihasilkan terlihat rapi dan seimbang, mudah dipahami oleh penonton, serta mampu menyampaikan pesan, suasana, dan emosi sesuai dengan kebutuhan cerita. Komposisi dalam sinematografi berfungsi sebagai bahasa visual yang secara alami mengarahkan perhatian mata penonton ke bagian terpenting dalam gambar tanpa perlu penjelasan tambahan melalui kata-kata.

1: ATURAN DASAR TEKNIK KOMPOSISI SINEMATOGRAFI

  1. Rule of Thirds


    Rule of thirds adalah aturan komposisi yang membagi frame menjadi 3 bagian horizontal dan 3 bagian vertikal, sehingga membentuk 9 kotak sama besar.
    Dari pembagian ini terbentuk 4 titik pertemuan garis yang menjadi titik fokus visual paling kuat.

  2. Headroom



    Headroom adalah jarak antara bagian atas kepala subjek dengan batas atas frame. Headroom termasuk komposisi vertikal yang sangat penting dalam sinematografi.

  3. Noseroom / Lookroom



    Noseroom atau lookroom adalah ruang kosong di depan arah pandangan wajah subjek. Ruang ini memberi kesan bahwa subjek sedang melihat sesuatu. Semakin subjek menghadap samping, semakin besar noseroom

  4. Lead Room / Lead Space


    Lead room adalah ruang kosong di depan arah gerak subjek, berbeda dengan lookroom yang fokus pada arah pandangan. Subjek ditempatkan berlawanan dengan arah geraknya, Ruang kosong berada di depan arah gerak

  5. Leading Lines


    Leading lines adalah garis nyata atau imajiner yang mengarahkan mata penonton dari satu bagian frame ke bagian lain, terutama ke subjek utama atau Mengarahkan fokus penonton.

    Jenis Leading Lines: 
    1) Garis lurus (jalan, rel)
    2) Garis lengkung (sungai, lorong)
    3) Garis diagonal (tangga, bayangan)

  6. Diagonal


    Komposisi diagonal menggunakan garis miring untuk menciptakan kesan gerak dan ketegangan visual. Garis diagonal lebih dinamis dibanding horizontal/vertikal, Cocok untuk adegan dengan emosi kuat

  7. Balance (Keseimbangan Visual)

    Keseimbangan visual adalah pengaturan elemen dalam frame agar bobot visual terasa seimbang atau sengaja dibuat tidak seimbang.

    Faktor Bobot Visual:
    1) Ukuran objek
    2) Warna (warna cerah lebih berat)
    3) Posisi (tengah lebih berat)
    4) Gerakan

  8. Frame Within a Frame
    Frame within a frame adalah teknik menggunakan elemen di dalam lokasi sebagai bingkai tambahan.


    Contoh Penerapan:

    1) Aktor dilihat melalui pintu
    2) Karakter di balik jendela
    3)Adegan melalui kaca mobil

  9. Static Composition
    Komposisi statis didominasi oleh garis horizontal dan vertikal serta minim pergerakan. Kesan yang dihasilkan akan Tenang, Stabil, Formal

  10. Dynamic Composition
    Komposisi dinamis banyak menggunakan garis diagonal, gerakan kamera, dan framing tidak simetris. Kesan yang Dihasilkan Energik, Tegang, Dramatis


    Contoh Penerapan:
    1) Adegan kejar-kejaran
    2) Konflik
    3) Adegan aksi

Materi 3: Macam Macam Angle Kamera
Macam Macam Angle Kamera

Camera angle adalah sudut pengambilan gambar kamera terhadap objek yang menentukan sudut pandang penonton. Pemilihan camera angle memengaruhi kesan, emosi, dan makna visual yang ditampilkan. Dalam film atau video yang tersusun dari banyak shot, setiap sudut kamera harus dipilih dengan tepat agar cerita tersampaikan secara jelas, menarik, dan mudah dipahami. Camera angle yang baik membantu memperkuat dramatik adegan serta menyampaikan informasi visual secara efektif. 

Jadi intinya sudut pandang kamera yang menentukan kesan, emosi, dan kejelasan pesan visual agar cerita atau informasi mudah dipahami penonton. 

1: Jenis Jenis Angle Kamera

  1. Eye Level
    Eye level adalah sudut pengambilan gambar di mana posisi kamera sejajar dengan mata objek yang direkam.
    Eye level memberikan kesan netral dan realistis. Penonton merasa setara dengan objek sehingga tidak ada kesan dominasi atau kelemahan.

    Ciri-ciri:
    1) Kamera tidak lebih tinggi dan tidak lebih rendah dari objek
    2) Sudut pandang terlihat alami seperti penglihatan manusia sehari-hari

    Contoh Penggunaan:

  2. High Angle
    High angle adalah sudut kamera yang ditempatkan lebih tinggi dari objek dan diarahkan ke bawah.
    High angle membuat objek terlihat lemah, tidak berdaya, atau kurang berkuasa. Sudut ini sering digunakan untuk menonjolkan kondisi emosional tertentu.

    Ciri-ciri:
    1) Kamera berada di atas kepala objek
    2) Objek terlihat lebih kecil dalam frame


    Contoh Penggunaan:

  3. Low Angle
    Low angle adalah sudut pengambilan gambar di mana kamera berada lebih rendah dari objek dan diarahkan ke atas.
    Low angle memberi kesan kuat, berwibawa, dan berkuasa. Sudut ini sering digunakan untuk menonjolkan kekuatan atau kehebatan tokoh.

    Ciri-ciri:
    1) Kamera diletakkan di bawah posisi objek
    2) Objek tampak lebih besar dan dominan


  4. Over Shoulder (Over the Shoulder Shot)
    Over shoulder adalah sudut pengambilan gambar dari belakang bahu salah satu tokoh, dengan fokus pada tokoh yang sedang dihadapi.
    Sudut ini memberi kesan percakapan dan keterlibatan, seolah penonton ikut berada di dalam dialog tersebut.

    Ciri-ciri:
    1) Bahu atau bagian kepala tokoh depan terlihat sebagian
    2) Kamera berada di antara dua tokoh


  5. Point of View (POV)
    Point of View adalah sudut kamera yang diambil seolah-olah kamera adalah mata dari tokoh dalam adegan.
    POV membuat penonton merasa terlibat langsung dan merasakan apa yang dialami tokoh. Sudut ini sangat kuat dalam membangun emosi.

    Ciri-ciri:
    1) Kamera menggantikan sudut pandang tokoh
    2) Objek terlihat seperti dilihat langsung oleh tokoh

2: Camera Movement (Pergerakan Kamera)

Camera movement adalah gerakan kamera saat merekam gambar untuk mengikuti objek, memperjelas informasi, dan membuat video terlihat lebih hidup serta tidak kaku.

Jenis Camera Movement yang Umum Digunakan:
  1. Pan (Panning)
    Gerakan kamera kesamping (kanan–kiri) tanpa memindahkan posisi kamera.
    Gerakan ini dibagi menjadi 2 yaitu 
    1) Pan Right (gerakan Kanan)
    2) Pan Left (gerakan Kiri)

  2. Tilt (Tilting)
    Gerakan kamera ke atas dan ke bawah (vertikal) tanpa berpindah tempat.
    Pada gerakan ini dibagi menjadi 2 yaitu : 
    1) Tilt Up (Keatas)
    2) Tilt Down (Kebawah)

  3. Dolly (Tracking)
    Kamera maju atau mundur mendekati atau menjauhi objek dengan cara kamera ikut berpindah.
    Pada gerakan ini dibagi menjadi 2 yaitu : 
    1) Dolly In (Kamera mendekati objek.)
    2) Dolly Out (Kamera menjauhi objek.)

  4. Zoom
    Gerakan lensa kamera, bukan kameranya, untuk mendekati atau menjauhi objek.
    Pada gerakan ini dibagi menjadi 2 yaitu : 
    1) Zoom In (Objek terlihat lebih dekat dan besar.)
    2) Zoom Out (Objek terlihat lebih jauh dan kecil.)

  5. Crab
    Gerakan kamera menyamping sejajar dengan objek yang bergerak.
    Pada gerakan ini dibagi menjadi 2 yaitu : 
    1) Crab Right (Kamera bergerak ke samping kanan.)
    2) Crab Left (Kamera bergerak ke samping kiri.)

  6. Arc (Arc Shot / Arc Movement)
    Gerakan kamera memutar mengelilingi objek dengan lintasan setengah lingkaran atau melingkar, biasanya sambil menjaga jarak kamera ke objek tetap sama.
    Contohnya Tokoh utama berdiri gagah β†’ kamera berputar mengelilinginya

Search Mapel